Jumat, 28 Agustus 2015

Rektor UKSW: Kecam Pemerintah Soal Papua

images


Salatiga, Longganews – Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga , Prof.Drs.Jhon.A.Titaley,Th.D, mengaku prihatin terhadap apa yang dialami oleh umat Tuhan ditanah papua selama 50an tahun bersama Indonesia.
 
Saya tahu apa yang terjadi di papua saat ini, pemerinta Indonesia dari dulu butuh kekayaan papua saja, sedangkan rakyat papua jutru dibiarkan, bahkan tidak diurus , “kekayaann dikuras Negara, manusianya diabaikan, apalagi tuntutan rakyat papua, pemerintah selalu bersikap represif, Kata Rektor UKSW, Jhon Titaley kepada media Longganews, kamis (11/06/2015).

Kata dia, apapun yang akan terjadi, itu kesalahan pemerintah dalam menjawab masalah papua, sejauh ini rakyat papua dikorbankan dengan pendekatan represif, jarang ada pendekatan persuasif, jadi tidak mungkin tidak, bisa saja terjadi apa yang tidak diharapkan oleh kita, seperti kasus timor leste dulu,Tuturnya.

Menurutnya, gerakan rakyat papua mulai terlihat dimana-mana, apalagi masalah papua bukan lagai masalah dalam negeri, sudah menjadi masalah internasional, itu yang membuat pemerintah mulai takut, jangan sampai menyedot dukungan pihak lain, kemudian menjadi bumeran buat Indonesia, turtur rektor.

Kita bisa lihat selama ini, masalah papua dan Indonesia dianggap masalah keluarga,masalah bapak dan anak yang penting Pihak ke tiga tidak boleh ketahui” kata PakRektor, Lebih jauh, dijelaskan, pemerintah pusat katakan hanya segelintir orang papua yang minta papua merdeka, sekarang justru terbalik hampir semua orang papua mulai sadar dan bersatu serta menuntut, papua merdeka dari indonesia.Sekarang tungggu waktu saja, dukung negara-negara luar terhadap papua semakin gencar, ya tunggu waktu saja, kalau waktu sudah tiba, tidak ada yang membanta, Tuhan tidak mau Umat-Nya dibantai, Tutur Rektor UKSWS.

Follow by Email

orang lain tak akan membagun tanah papua

walaupun orang indonesia banyak pintar pandai, dan berakal budi luar biasa namun, tidak akan memimpin bangsa papua. bangsa papua akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. dan Bicara Papua Merdeka berarti bicara kebenaran, bicara kebenaran berarti bicara Firman Tuhan. Anda yang bermain-main dengan tanah Papua maka tahun hidupmu diperpendek Tuhan. lihatlah Upaya-upaya indonesia untuk menghabiskan Rakyat Bangsa Papua kini bukan lagi dengan operasi militer tetapi secara sistematis dan terencana mencari celah untuk menciptakan konflik ujung-ujungnya bermuarah pada konflik horisontal yaitu konflik antara orang papua dengan orang papua sendiri Selain konflik horisontal ada juga dengan cara yang dilakukan oleh oknum BIN mencari kesempatan yang tepat untuk menciptakan sebuah konflik agar situasi politik yang mengarah pada konflik horizontal. Dalam hal ini Orang Asli Papua (OAP) sengaja di bunuh secara perlahan-lahan melalui berbagai macam upaya atau kegiatan misalnya: pemekaran, pemilu, pilkada, pembangunan, penerimaan pegawai (CPNS) dan bermacam-macam isu lainya.